Jumat, 18 Januari 2013

BAHASA INDONESIA 2

CONTOH KERANGKA KARANGAN


Tema   : Akuntansi
Judul   : Akuntansi Untuk Penggabungan Suatu Usaha

1. Pengertian
      1.1 Sejarah dan Definisi Penggabungan Suatu Usaha

2. Jenis dan Bentuk Penggabungan Usaha
      2.1 Jenis-jenis Penggabungan Usaha
      2.2 Bentuk-bentuk Penggabungan Usaha

3. Sifat Penggabungan Usaha  
     3.1 Horizontal integration
     3.2 Vertical integration
     3.3 Conglomeration
    
4. Metode Akuntansi Untuj Penggabungan Suatu Usaha
      4.1 Metode Penyatuan Kepemilikan
      4.2 Metode Pembelian
      4.3 Perbandingan antara Metode Penyatuan Kepemilikan dan Metode Pembelian


Akuntansi Untuk Penggabungan Suatu Usaha
1. Pengertian
      1.1 Sejarah dan Definisi Penggabungan Suatu Usaha
Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan.
Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.
Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No.22 paragraf 08 tahun 1999:
”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain”
Sedangkan menurut Hadori Yunus (1981 : 224), pengertiannya adalah sebagai berikut:
”Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis.”
Dari definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penggabungan usaha merupakan usaha pengembangan atau perluasan perusahaan dengan cara menyatukan perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain menjadi satu kesatuan ekonomi.

2. Jenis dan Bentuk Penggabungan Usaha
      2.1 Jenis-jenis Penggabungan Usaha               
    1. Akuisisi (acquisition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquiree), dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.
    2. Penyatuan kepemilikan (uniting of interest/pooling of interest) adalah suatu penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan yang bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh, atau secara efektif seluruh aktiva neto dan operasi kendali perusahaan yang bergabung tersebut dan selanjutnya memikul bersama segala resiko dan manfaat yang melekat pada entitas gabungan, sehingga tidak ada pihak yang dapat diidentifikasi sebagai perusahaan pengakuisisi (acquirer).

      2.2 Bentuk-bentuk Penggabungan Usaha
Dari segi hukumnya, penggabungan usaha dibagi menjadi :
-     Merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah perusahaan yang membelinya.
-   Konsolidasi, merupakan bentuk lain dari merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru.
-   Afiliasi, yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest). Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi sebagaimana perusahaan lainnya.

3. Sifat Penggabungan Usaha  
     3.1 Horizontal integration
            Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama, misalnya perusahaan consumer product bergabung dengan perusahaan consumer product juga.

     3.2 Vertical integration
                Adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda, secara berturut-turut, tahapan produksi dan atau distribusi yang sama, misalnya Merck & Co salah satu produsen obat terbesar, mengakuisisi Medco Containment Services, Inc, distributor obat-obatan dokter.
    

     3.3 Conglomeration
                Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk dan atau jasa yang tidak saling berhubungan dan bermacam-macam.
    
4. Metode Akuntansi Untuk Penggabungan Suatu Usaha
      4.1   Metode Penyatuan Kepemilikan
                Kepemilikan perusahaan yang bergabung secara relatif tetap tidak berubah. Aktiva , kewajiban dan laba ditahan dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya.
      4.2    Metode Pembelian
Perusahaan mencatat aktiva yang dibeli dan jumlah kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajar yang berada dipasar. Kelebihan biaya perolehan dari nilai wajar aktiva dialokasikan ke goodwill dan diamortisasi.
      4.3    Perbandingan antara Metode Penyatuan Kepemilikan dan Metode Pembelian
                Berdasarkan metode penyatuan, investasi perusahaan dicatat sebesar nilai buku dari aktiva bersih. Sedangkan pada metode pembelian, investasi perusahaan dicatat sebesar nilai pasar saham yang diterbitkan. Laba ditahan antara kedua perusahaan digabung dalam ayat jurnal untuk mencatat penerbitan saham berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.

Minggu, 25 November 2012

Tugas Bahasa Indonesia 3


Kelompok   1
 
Nama :
1.       Arie Septian (21210040)
2.       Ferry Maihami (22210755)
3.       Rifqa Sari Adly (25210937)
Tugas Bahasa Indonesia

Temukan padanan kata dalam Bahasa Indonesia pada contoh berikut. Selanjutnya pilih 5 kata dari 25 kata yang tersedia dan buat contoh kata buat dalam bentuk kalimat efektif (tepat secara gramatikal Bahasa Indonesia). 
1. Abnormal perfomanca index
2. Adjustment
3. Adjusted price
4. Administrative expenses
5. Advance payment
6. Audit working paper
7. Automatic premium loan
8. Bank line
9. Blanket expense policy
10. Capital adequacy ratio (CAR)
11. Cash disbursement
12. Certified public accountant
13. Checking account
14. Collective rights of stockholders
15. Competitive bid
16. Completion bond
17. Conditional sale floater (insurance)
18. Consumer debenture
19. Continuous budget
20. Cost forecasting
21. Cost of goods sold
22. Economic entity
23. Economic class
24. Financial intermediary
25. Financial reporting


Kata-kata yang kami pilih adalah sbb:
1.       Adjustment
Perusahaan dagang biasanya akan melakukan adjustment terhadap persediaan barang yang tertera pada pembukuan perusahaan dengan jumlah persediaan yang sesungguhnya berada di gudang.
2.       Financial Intermediary
Tugas bank yang utama adalah sebagai Financial Intermediary, yakni sebagai perantara keuangan antara pihak yang berkelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.
3.       Cost of Good Sold
Salah satu metode dalam mencari laba kotor perusahaan dagang adalah dengan menggunakan metode Cost of Good Sold, yakni dengan mengurangi besaran penjualan perusahaan dengan harga pokok penjualan barang di perusahaan tersebut.
4.       Administrative expenses
Salah satu pendapatan bank yang paling besar adalah dari Administrative expensesyang dibebankan terhadap nasabah.
5.       Cash disbursement
Salah satu tolak ukur dalam penilaian suatu perusahaan yang baik adalah dengan melihat apakah Cash disbursement perusahaan tersebut sudah efisien.

Minggu, 04 November 2012

Tugas Bahasa Indonesia 2



Kelompok 1 3EB09
-          Arie Septian (21210040)
-          Ferry Maihmi (22210755)
-          Rifqa Sari Adly (25210937)
 
Tugas 2 Bahasa Indonesia 2#
 
Judul Buku   : Sistem Informasi Akuntansi
Pengarang    : George H. Bodnar, William S. Hopwood
Penerbit        : Salemba Empat
Tujuan kelompok kami  meninjau buku tersebut, yakni:
1.       Buku tersebut memiliki kelebihan dalam penyampaian materi yang terdapat dalam buku tersebut.
2.       Buku ini merupakan pedoman dalam mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi mulai dari semester ini sampai dengan 2 semester ke depan.
3.       Memperkenalkan mahasiswa kepada Sistem Informasi Akuntansi dari pengenalan, pemrosesan, hingga aplikasi-aplikasi siklus akuntansi.
4.       Memperkenalkan mahasiswa pada struktur organisasional fungsi sistem informasi dalam organisasi.
Tujuan Penulis menyusun buku tersebut, adalah:
-          Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan informasi tentang Sistem Informasi Akuntansi yang relevan.
Rangkuman
                Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambilan keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi.
                Istilah sistem informasi menganjurkan penggunaan teknologi komputer dala organisasi untuk menyajikan informasi kepada pemakai. Sistem informasi “berbasis komputer” merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat. Berikut beberapa jenis sistem informasi berbasis informasi:
1.       Pengolahan Data. Pengolahan data elektronik – electronic data processing (EDP) adalah pemanfaatan teknologi komputer untuk melakukan pengolahan data transaksi-transaksi dalam suatu organisasi. EDP adalah aplikasi sistem informasi akuntansi paling dasar dalam setiap organisasi.
2.       Sistem Informasi Manajemen – Management Information System (MIS) menguraikan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan para manajer.
3.       Sistem Pendukung Keputusan – Decision Support System (DSS). Dalam Sistem pendukung keputusan, data diproses ke dalam format pengambilan keputusan bagi kepentingan pemakai akhir. DSS mensyaratkan penggunaan model-model keputusan dan basis data khusus, dan benar-benar terpisah dari sistem pengolahan data.
Fungsi sistem informasi adalah bertanggung jawab atas pemrosesan data. Struktur dan lokasi organisasional dari suatu departemen sistem informasi yang besar dengan fungsi organisasinyatelah dibahas dan fungsi-fungsi yang umumnya terdapat di dalamnya sudah dijelaskan. Filosofi perancangan sistem berorientasi-pemakai akan mendukung pe rkembangan pe rilaku dan pendekatan pengembangan sistemnya akan sangat mempertimbangkan konteks organisasional.
Kesimpulan
Menurut kelompok kami, buku tersebut baik untuk dibaca sebagai awal dalam pemahaman Sistem Informasi Akuntansi. Meskipun merupakan buku edisi Indonesia, buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca dan untuk dipahami oleh para mahasiswa akuntansi, maupun orang awam sekalipun karena bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan tidak membosankan. Dalam buku tersebut juga dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan bahan diskusi sehingga dapat lebih memperdalam pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi. Manfaat terpenting dalam buku ini adalah membuka sebuah awal pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi.

Tugas Bahasa Indonesia 2



Kelompok 1 3EB09
-          Arie Septian (21210040)
-          Ferry Maihmi (22210755)
-          Rifqa Sari Adly (25210937)
 
Tugas 2 Bahasa Indonesia 2#
 
Judul Buku   : Sistem Informasi Akuntansi
Pengarang    : George H. Bodnar, William S. Hopwood
Penerbit        : Salemba Empat
Tujuan kelompok kami  meninjau buku tersebut, yakni:
1.       Buku tersebut memiliki kelebihan dalam penyampaian materi yang terdapat dalam buku tersebut.
2.       Buku ini merupakan pedoman dalam mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi mulai dari semester ini sampai dengan 2 semester ke depan.
3.       Memperkenalkan mahasiswa kepada Sistem Informasi Akuntansi dari pengenalan, pemrosesan, hingga aplikasi-aplikasi siklus akuntansi.
4.       Memperkenalkan mahasiswa pada struktur organisasional fungsi sistem informasi dalam organisasi.
Tujuan Penulis menyusun buku tersebut, adalah:
-          Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan informasi tentang Sistem Informasi Akuntansi yang relevan.
Rangkuman
                Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambilan keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi.
                Istilah sistem informasi menganjurkan penggunaan teknologi komputer dala organisasi untuk menyajikan informasi kepada pemakai. Sistem informasi “berbasis komputer” merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat. Berikut beberapa jenis sistem informasi berbasis informasi:
1.       Pengolahan Data. Pengolahan data elektronik – electronic data processing (EDP) adalah pemanfaatan teknologi komputer untuk melakukan pengolahan data transaksi-transaksi dalam suatu organisasi. EDP adalah aplikasi sistem informasi akuntansi paling dasar dalam setiap organisasi.
2.       Sistem Informasi Manajemen – Management Information System (MIS) menguraikan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan para manajer.
3.       Sistem Pendukung Keputusan – Decision Support System (DSS). Dalam Sistem pendukung keputusan, data diproses ke dalam format pengambilan keputusan bagi kepentingan pemakai akhir. DSS mensyaratkan penggunaan model-model keputusan dan basis data khusus, dan benar-benar terpisah dari sistem pengolahan data.
Fungsi sistem informasi adalah bertanggung jawab atas pemrosesan data. Struktur dan lokasi organisasional dari suatu departemen sistem informasi yang besar dengan fungsi organisasinyatelah dibahas dan fungsi-fungsi yang umumnya terdapat di dalamnya sudah dijelaskan. Filosofi perancangan sistem berorientasi-pemakai akan mendukung pe rkembangan pe rilaku dan pendekatan pengembangan sistemnya akan sangat mempertimbangkan konteks organisasional.
Kesimpulan
Menurut kelompok kami, buku tersebut baik untuk dibaca sebagai awal dalam pemahaman Sistem Informasi Akuntansi. Meskipun merupakan buku edisi Indonesia, buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca dan untuk dipahami oleh para mahasiswa akuntansi, maupun orang awam sekalipun karena bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan tidak membosankan. Dalam buku tersebut juga dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan bahan diskusi sehingga dapat lebih memperdalam pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi. Manfaat terpenting dalam buku ini adalah membuka sebuah awal pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi.

Tugas Bahasa Indonesia 2



Kelompok 1 3EB09
-          Arie Septian (21210040)
-          Ferry Maihmi (22210755)
-          Rifqa Sari Adly (25210937)
 
Tugas 2 Bahasa Indonesia 2#
 
Judul Buku   : Sistem Informasi Akuntansi
Pengarang    : George H. Bodnar, William S. Hopwood
Penerbit        : Salemba Empat
Tujuan kelompok kami  meninjau buku tersebut, yakni:
1.       Buku tersebut memiliki kelebihan dalam penyampaian materi yang terdapat dalam buku tersebut.
2.       Buku ini merupakan pedoman dalam mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi mulai dari semester ini sampai dengan 2 semester ke depan.
3.       Memperkenalkan mahasiswa kepada Sistem Informasi Akuntansi dari pengenalan, pemrosesan, hingga aplikasi-aplikasi siklus akuntansi.
4.       Memperkenalkan mahasiswa pada struktur organisasional fungsi sistem informasi dalam organisasi.
Tujuan Penulis menyusun buku tersebut, adalah:
-          Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan informasi tentang Sistem Informasi Akuntansi yang relevan.
Rangkuman
                Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambilan keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi.
                Istilah sistem informasi menganjurkan penggunaan teknologi komputer dala organisasi untuk menyajikan informasi kepada pemakai. Sistem informasi “berbasis komputer” merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat. Berikut beberapa jenis sistem informasi berbasis informasi:
1.       Pengolahan Data. Pengolahan data elektronik – electronic data processing (EDP) adalah pemanfaatan teknologi komputer untuk melakukan pengolahan data transaksi-transaksi dalam suatu organisasi. EDP adalah aplikasi sistem informasi akuntansi paling dasar dalam setiap organisasi.
2.       Sistem Informasi Manajemen – Management Information System (MIS) menguraikan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan para manajer.
3.       Sistem Pendukung Keputusan – Decision Support System (DSS). Dalam Sistem pendukung keputusan, data diproses ke dalam format pengambilan keputusan bagi kepentingan pemakai akhir. DSS mensyaratkan penggunaan model-model keputusan dan basis data khusus, dan benar-benar terpisah dari sistem pengolahan data.
Fungsi sistem informasi adalah bertanggung jawab atas pemrosesan data. Struktur dan lokasi organisasional dari suatu departemen sistem informasi yang besar dengan fungsi organisasinyatelah dibahas dan fungsi-fungsi yang umumnya terdapat di dalamnya sudah dijelaskan. Filosofi perancangan sistem berorientasi-pemakai akan mendukung pe rkembangan pe rilaku dan pendekatan pengembangan sistemnya akan sangat mempertimbangkan konteks organisasional.
Kesimpulan
Menurut kelompok kami, buku tersebut baik untuk dibaca sebagai awal dalam pemahaman Sistem Informasi Akuntansi. Meskipun merupakan buku edisi Indonesia, buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca dan untuk dipahami oleh para mahasiswa akuntansi, maupun orang awam sekalipun karena bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan tidak membosankan. Dalam buku tersebut juga dilengkapi dengan ilustrasi, gambar, dan bahan diskusi sehingga dapat lebih memperdalam pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi. Manfaat terpenting dalam buku ini adalah membuka sebuah awal pemahaman tentang Sistem Informasi Akuntansi.

Senin, 29 Oktober 2012

BAHASA INDONESIA 2


Tugas Bahasa Indonesia 2 (Tugas I)
Buat kelompok kerja (terdiri atas 3 mahasiswa)
Kelompok:
Arie Septian (21210040)
Ferry Maihami (22210755)
Rifqa Sari Adly (25210937)

Tugas yang harus dikerjakan dan diuplod pada blog masing-masing dalam minggu ini. Batas akhir pengumpulan hari Jum’at malam 19 Oktober 2012.
Terdapat 2 soal yang harus diselesaikan. 
(1) Beri komentar tentang artikel berikut ini:
Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan utama dalam bidang perekonomian, disamping kegiatan produksi dan konsumsi. Konsumsi baru bias terlaksana setelah adanya kegiatan produksi dan pemasaran. Dengan kata lain, produksi dan pemasaran dapat membantu terlaksananya tujuan konsumsi. Pemasaran jika kita lihat berada diantara produksi dan konsumsi, yang berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung antara dua faktor tersebut. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini, tanpa adanya pemasaran orang sulit mencapai tujuan konsumsi yang memuaskan. Betapapun baiknya produk yang dihasilkan, jika orang lain tidak mengetahuinya, maka produk tersebut sulit akan laku. 
Jelaskan selengkap mungkin apa, kesalahan yang kalian temukan pada artikel di atas!
Menurut saya kesalahan terdapat pada penempatan tanda koma (,) yang kurang tepat seperti dalam kalimat pertama setelah kata perekonomian,kalimat ketiga setelah kata kata lain, dan pada kalimat terakhir setelah katadihasilkan seharusnya tidak menggunakan tanda koma(,). Salah penulisan juga terjadi pada kata bias dalam kalimat kedua yang seharusnya di tulis katabisa.
Penggunaan kata yang kurang efisien, terdapat pada kalimat “Pemasaran adalah merupakan salah satu kegiatan…..”. Seperti yang kita ketahui, kata adalah dan merupakan digunakan untuk menjelaskan sesuatu namun penggunaan kedua kata tersebut secara bersamaan merupakan suatu kesalahan.

(2). Pemukiman kumuh sering diidentikkan dengan kemiskinan, bahkan hasil penelitian Ismail (1991:1) menunjukkan bahwa pertumbuhan pemukiman kumuh berhubungan positif dengan problema kemiskinan penduduk. Semakin banyak penduduk miskin di perkotaan, semakin meningkat jumlah pemukiman (kampong) kumuh. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penduduk pemukiman kumuh merupakan masyarakat miskin. Keterbatasan ekonomi dan keadaan social yang kurang mendukung mengakibatkan lapisan penduduk marjinal DKI Jakarta dengan terpaksa dan atau sengaja bermukim di pemukiman kumuh. Di antara mereka bahkan mendirikan bangunan liar pada lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai pemukiman atau pada lahan milik pihak lain. Timbul masalah kesehatan yang mendasar, seperti: masalah air minum, tinja, sampah, sanitasi makanan, serangga dan pencernaan yang disebabkan oleh timbulnya pemukiman kumuh. Permasalahan kesehatan tersebut yang telah menjadi problematika bagi masyarakat maupun aparat pemerintah. 
Berdasarkan artikel no 2 susun (1) Rumusan masalah, (2) Tujuan penelitian

Rumusan masalah :
1.      Apa penyebab pemukiman menjadi kumuh?
2.      Apa akibat dari adanya pemukiman yang kumuh?
3.      Bagaimana mekanisme terjadinya pemukiman kumuh?
Tujuan :
1.      Untuk mengetahui penyebab pemukiman kumuh
2.      Untuk mengetahui akibat dari pemukiman kumuh tersebut
3.      Untuk mengetahui bagaimana terjadinya pemukiman menjadi kumuh

Minggu, 08 April 2012

SOAL PILIHAN GANDA ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

NAMA : RIFQA SARI ADLY
NPM    : 25210937
KELAS: 2EB09

1. suatu hubungan hukum dalam lapangan harta kekayaan antara dua orang atau lebih di mana pihak yang satu berhak atas           sesuatu dan pihak lain berkewajiban atas sesuatu, Merupakan pengertian dari :
    a. hukum perjanjian
    b. hukum dagang
    c. hukum perdata
    d. hukum perikatan
Jawaban : D


2. Dalam Pasal berapakah asas kebebasan berkontrak tercantum ?
    a. Pasal 1338 KUH
    b. Pasal 1324 KUH
    c. Pasal 1333 KUH
    d. Pasal 1432 KUH
Jawaban : A


3. Manakah yang termasuk macam-macam perjanjian?
    a. Pelaksanaan perjanjian
    b. Perjanjian sepihak dan timbal balik
    c. Terlibat Hukum
    d. Suatu Hal tertentu
Jawaban : B


4. Keabsahan berlakunya kontrak baru tidak perlu lagi dipersoalkan karena kontrak baru eksistensinya sudah merupakan kenyataan,, merupakan pendapat standar kontrak menurut :
    a. Mariam Darus
    b. Pasal KUHP
    c. Remi Syahdeini
    d. Auguste Compte
Jawaban : C


5. Manakah yang termasuk Bentuk-bentuk badan usaha?
    a. Pengusaha dan karyawannya
    b. BUMN
    c. Pengusaha dan kewajibannya
    d. Salah semua
Jawaban : B